Featureddiy.comĀ – Akibat melemahnya arus bawah laut di Kutub Selatan sejak 1990 yang lalu , Hal ini menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi dari Antartika alami penurunan.

Arus bawah laut tersebut di namakan sebagai arus perairan Antartika.

Yang mana di hasilkan dari air dingin dengan kepadatan cukup tinggi hingga kedalaman mencapai 3.000 meter.

Kemudian, air yang berada di perairan Antartika tersebut menyebar ke utara menuju Samudra pasifik dan Samudra Hindia yang ada pada bagian timur.

Dan bisa di mungkinkan, hal itu akan mengakibatkan arus bawah laut akan berhenti, dan di prediksi bahaya mengancam adalah kepunahan kehidupan laut.

Bahkan menurut hasil studi terbaru yang di terbitkan pada hari Kamis (25/5/23).

Para peneliti tersebut sudah memberikan keterangan terkait prediksi kepunahan kehidupan laut tersebut.

Termasuk dari prediksi tersebut, adalah hasil pengamatan nyata di dalam cekungan perairan Antartika Australia.

lautan dunia

Dari hasil penelitian tersebut, sebenarnya perubahan jumlah air dasar laut yang masuk ke dalam cekungan.

Perairan Antartika sudah ada semenjak dulu, perkiraan antara tahun 1994 hingga 2017.

Nampak penurunan kecepatan arus bawah laut sebsar 30 persen, dan ini menunjukkan jika arus bawah laut mulai stagnan.

Minimnya sirkulasi di sekitar perairan bisa memperlambat jaringan global arus bawah.

Jika ini terjadi, maka akan menjebak nutrisi dan oksigen yabng berada di kedalaman laut.

Akibat dari berkurangnya nutrisi dan oksigen di kedalaman laut.

Ini akan berimbas langsung pada kehidupan dan produktifitas laut.

Pasokan Oksigen dari Antartika Turun, Kehidupan Laut Dunia Terancam

Suplai oksigen dan nutrisi dari Antartika, Kutub Selatan.

Mengalami penurunan karena melemahnya arus bawah laut di wilayah tersebut sejak 1990.

Arus ini, yang di kenal sebagai arus perairan Antartika, di hasilkan oleh air dingin dengan kepadatan tinggi.

Dari benua Antartika hingga kedalaman di bawah 3.000 meter.

Air tersebut kemudian menyebar ke utara ke Samudra Pasifik dan Samudra Hindia bagian timur.

Mendorong jaringan arus yang di sebut sirkulasi arus balik di belahan Bumi selatan.

Proses ini memasok 40 persen perairan dalam (deep ocean) dunia dengan nutrisi dan oksigen segar.

Namun, suhu global yang memanas mengeluarkan volume besar air tawar.

Tidak terlalu padat dari lapisan es Antartika yang memperlambat sirkulasi ini.

“Jika lautan memiliki paru-paru, [Antartika] ini akan menjadi salah satunya,”

ujar Matthew England, profesor dinamika lautan dan iklim di University of New South Wales di Sydney, Australia.

Berkontribusi dalam penelitian ini, di kutip dari Space.

Para peneliti di Inggris dan Australia berkolaborasi dalam sebuah studi yang di terbitkan pada Maret di jurnal Nature.

Studi tersebut memperkirakan penurunan 40 persen kekuatan dasar laut Antartika pada 2050.

England dan para peneliti juga memperingatkan arus tersebut pada akhirnya bisa berhenti sama sekali.

“Kita berbicara tentang kemungkinan kepunahan jangka panjang dari massa air yang ikonik,” kata England.

Dalam sebuah studi baru yang di terbitkan pada Kamis (25/5) di jurnal Nature Climate Change.

England dan rekan-rekannya bahkan mengaku sudah mengonfirmasi prediksi ini dengan pengamatan nyata di Cekungan Australia.

Wilayah ini membentang di perairan kutub antara Australia dan Antartika.

BACA JUGA

BAGAIMANA HUTAN INDONESIA MENJADI PARU PARU DUNIA

By admin